KIBATA SERUI
Halaman Utama Tentang kami Tutorial Serba-serbi Koleksi gambar Hubungi kami



 


Google Translate/ Web ini bisa diterjemahkan melalui bahasa di bawah ini :



halaman : TOKOH
 

KIPER INDONESIA YANG PERNAH MENAHAN TENDANGAN PINALTI PELE


Jumat, 03 Agustus 2012, 06:18:58

Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April 1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966 sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu memulai karir sepak bolanya dari Medan.
KIPER LEGENDARIS
Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan. Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).

Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI) juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967), Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara Pesta Sukan Singapura (1972).

Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny berdarah Manado yang dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974).

Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta. 

Perhatian ! Boleh Copy paste, tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke web ini.

 
 

Artikel terkait :



Dalam kotak komentar ini kami mohon fokus terhadap artikel diatas dengan menggunakan bahasa yang santun..... Isilah nama atau inisial anda di kotak "Name" kemudian isi komentar anda di kotak "enter your comment here" seteleh itu klik tombol "commet". Apabila telah terjadi penyalahgunaan kotak komentar ini seperti menyebut nama seseorang atau nomor hp seseorang dengan tujuan negatif mohon informasikan kepada admin melalui halaman "Hubungi Kami" dengan menyebut halaman dan judul artikelnya kami akan mengadakan refisi terhadap kotak komentar tersebut. Terima kasih.........
HTML Comment Box is loading comments...
 
PENJELASAN : Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya dangan mengunjungi WWW.KIBATA.COM. Sebelumnya kami meberitahukan bahwa sebagian artikel adalah asli hasil karya Kibata.Com, namun patut diakui bahwa sebagian lagi artikel-artikel yang ada, bukan milik Kibata.Com. Kami tidak mengklaim memiliki hak cipta. Sebagian besar artikel dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk Website yang bisa diakses oleh public, mengingat sumber-sumber tersebut berada dalam domain public. Apabila terjadi keberatan dari sumber atau pihak-pihak lainnya, mengenai gambar, artikel dan berita apapun yang dimuat oleh Kibata.Com, berkenaan dengan HaKi, Mengandung Unsur SARA, Kebohongan Publik dan lain hal yang dapat mengganggu kenyamanan atau merugikan orang lain. Tanpa mengurangi rasa hormat, anda dapat membuka halaman Hubungi Kami dan memberitahukan kepada kami hal-hal yang tidak berkanaan tersebut. Setelah kami memverifikasi keberatan tersebut, kami akan mengambil tindakan merefisi atau bahkan menghapus artikel tersebut.



Kembali ke atas
 

Copyright (c) 2011. www.kibata.com. All Right Reserved.
Powered by LPK Diwi Com. Serui - Papua